GUILLERMO AMOR

Sama seperti Iniesta dan Lionel Messi, Guillermo Amor datang ke FC Barcelona ketika usia muda. Sebelum pindah ke La Masia sempat mengecap pengalaman bermain di sebuah akademi kaecil di kampung halamannya, Benindorm, tahun 1980. Pemain yang lahir pada tanggal 4 Desember 1967 ni dipromoikan ke tim FC Barcelona B pada tahun 1984, empat tahun setelah menimba ilmu di tim junior.

Karier Amor di tim utama akhirnya menjadi kenyataan ketika legenda FC Bacelona, Johan Cruyff, menjabat sebagai pelatih. Cruyff yang kala itu harus menyusun skuat dari awal karena peristiwa Hesperia Munity, turut serta memasukan beberapa pemain dari FC Barcelona B agar tidak banyak melakukan pembelian sebagai upaya pemangkasan  biaya. Salah satu pemain seangkatan Amor yang mendapat kesempatan promosi ke tim utama kala itu ialah asisten pelatih FC Barcelona saat ini, Jordi Roura. Uniknya, meski Amor bermain di tim utama, ia masih bermain  di FC Barcelona B untuk tujuh pertandingan di bulan Oktober, November, dan Desembmer 1984.

Pada musim 1989/90, Amor mulai masuk skuat tim utama, dengan jumlah caps sebanyak 33 kali di level liga dengan jumlah gol sebanyak 6 buah. Namun, dengan pentingnya peran Amor di skuat The Dream Team, tidak membuat diri Amor bisa dengan mudah masuk ke line-up. Hal ini terjadi karena Cruyff selalu merotasi pemainnya. Bahkan di pertandingan penting sekelas European Cup atau Liga Champisons 1991/92 pun Amor tetap tidak masuk line-up.

Setelah sepuluh tahun membela FC Barcelona, Amor kemudian hengkang ke klub Italia, Fiorentina, pada akhir musim 1997/98. Pemain yang memiliki caps total sebanyak 550 pertandingan ini kembali ke FC Barcelona ketika Joan Laporta menduduki jabatan presiden. Pada tahun 2003 tersebut, Amor menduduki peran sebagai kepala tim junior FC Barcelona hingga tahun 2007. Ketika presiden Sandro Rosell naik sebagai presiden, Amor pun turut serta dengan posisi sebagai direktur teknik latihan sepak bola (footbal training).

Tahun 2010, nama Guillermo Amor mendapat penghargaan dengan diresmikannya nama dirinya sebagai nama stadion di Benidorm, Comunitat Valenciana. Stadion Municipal de Feiontes nama stadion sebelumnya berganti nama menjadi Estadio Municipal Guillermo Amor. Hal itu dilakukan sebab Amor dianggap menjadi sosok yang bisa memicu semangat sportivitas olahraga di kaangan anak muda Benidorm.